<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/8144446028418364159?origin\x3dhttp://sitisarahofficial.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Disclaimer
Hello , you've visited to ALGWALT's blog. ALGWALT stands for A Little Girl With A Little Thought, follow this blog to read the latest update, no spamming, no harsh on my cbox, just leave your link there, i'll visit your blog later.


Derpinah


Cause here we go go go again. Hard as I try I know I can't quit. Something about you is so addictive

leave your footprints



Bernikah Dengan Kematian. Monday, May 28, 2012 0 notes

Usai doa sudah habis dibacakan pak imam, masih lagi kedengaran suara teresak-esak menahan tangisan. Beberapa hadirin, masih lagi merah mata mereka, dek kerana menangis melepaskan seseorang. Masing-masing menahan sebak yang tidak dapat ditebak. Semua hadirin datang mengucapkan salam buat pengantin tersebut, sebelum menempuhi alam baru. Hadirin datang menjenguk pengantin tersebut, sebelum datang malam pertamanya.

Masing-masing datang tidak lupa menitipkan Al-Fatihah buat pengantin terbabit. Manakala ahli keluarga tidak putus-putus menerima ucapan takziah dan kata-kata semangat daripada tetamu yang datang. Pengantin yang berpakaian serba putih itu, hanya kaku tidak bergerak. Suasana sayu menyelubungi situasi itu. Tiada gelak ketawa, mahupun muka ceria, melepaskan saudara mereka yang sudah dipanggil Illahi.

Rupa-rupanya pengantin tersebut sudah selamat dinikahkan.

Sudah selamat dinikahkan dengan kematian.

Tidak Mengira Usia

Kematian akan datang kepada seseorang apabila tiba masanya. Malaikat Izrail datang menjemput tidak terlalu awal, tidak terlalu lewat daripada masa yang telah ditetapkan. Tepat-tepat masa yang telah ditetapkan, Izrail akan datang menjemput, walau apa jua situasi yang ditempuhi seseorang itu.

Kematian itu tidak mengira usia. Kematian itu sudah ditetapkan saat kita semua di dalam kandungan lagi. Ajal, jodoh dan rezeki sudah ditetapkan sebelum kita semua diberi peluang untuk menjengah ke dunia yang sementara ini lagi.

Hadith riwayat Abdullah bin Masud r।a:

Rasulullah saw। sebagai orang yang jujur dan dipercaya bercerita kepada kami: Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.

Kematian Sebagai Tazkirah

Saban hari kita melakukan rutin harian, sedarkah kita kematian itu sangat hampir dengan kita? Setiap kali kita lalai dan leka, sedarkah kita kematian bila-bila sahaja boleh menjemput kita?

Jika hari ini kita mendengar kisah kematian orang lain, suatu hari nanti orang lain akan mendengar kisah kematian kita. Mendengar perkhabaran kematian arwah baru-baru ini, diri ini disapa dengan rasa keinsafan. Tiba-tiba terfikir, cukupkah amalan diri sendiri untuk dibawa ke sana? Amalan diri sendiri sebagai bukti untuk menghadapNya. Cukuplah kematian itu sebagai tazkirah kepada kita.

Sebelum pergi menghadapNya, ayuh sama-samalah kita mempertingkatkan lagi amalan kita। Teruskan memberi peringatan sesama kita sebelum kematian itu datang menjengah dan menjemput kita semua.

Saya bakal bernikah.

Kita semua bakal bernikah.

Kita semua bakal bernikah dengan kematian.

Bersediakah kita untuk dijemput Izrail?

Bersediakah kita untuk menghadapi malam pertama bersama Munkar dan Nakir?

Bersediakah kita menempuhi alam yang baru, tanpa bekalan yang benar-benar mencukupi?

Kullu nafsin zaa iqatul maut.

COMMENT THIS POST